Kala Ben Hur Menjadi Ikon

Namanya ditarik secara serampangan dari sebuah film Hollywood keluaran tahun 1957 yang menampilkan banyak adegan kereta Romawi. Dari situlah orang-orang Sumbawa menyebut kereta kuda dengan istilah “ben hur”. Sebuah istilah yang kontras dengan saudaranya di seberang lautan yang menyebut barang yang sama dengan istilah cidomo.

Ben Hur adalah kendaraan kardinal di Pulau Sumbawa selama berabad-abad. Kereta mirip dokar yang ditarik oleh kuda ini merajai jalanan Sumbawa dari masa ke masa, meskipun belakangan ini eksistensinya mulai terpapas oleh kendaraan bermotor.

Melintasi jalan raya Sumbawa sudah barang pasti akan mempertemukan kita dengan segelintir Ben Hur yang masih beroperasi di jalanan. Meskipun jika mau jujur mulusnya aspal justru membuat alat transportasi ini tidak lagi kompetitif, lantaran sepeda motor dan mobil dapat menyusuri terain ini dengan jauh lebih tangkas.

Dahulu kala ketika Pulau Sumbawa masih berupa padang-padang rumput dengan jalan antar-kota yang berupa tanah merah padat, keberadaan Ben Hur menjadi sangat esensial untuk konektivitas antar daerah. Namun suka tidak suka memang harus diakui mereka telah pupus digulung roda zaman.