Museum House of Sampoerna

Nilai utamanya bukanlah sigaret melainkan semangat juang. Tersudutlah bangunan ini di sela-sela gang sempit kawasan Surabaya Lama, pada perbatasan antara senyap dan riuh kota. Adalam Liem Seeng Tee yang membeli tanah ini satu abad silam, diperuntukkan sebagai pabriknya yang pertama.

Liem Seeng Tee melewatkan masa kecil dalam perjuangan yang jatuh bangun. Usaha kerasnya diawali dari berdagang asongan di kereta api dari pagi hingga malam. Setelah menabung selama bertahun-tahun, akhirnya pada usia remaja, ia berhasil membeli sebuah sepeda onthel untuk berjualan arang. Keuletan usahanya membuahkan hasil ketika dirinya berhasil membuka sebuah warung di Jalan Tjantian.

House of Sampoerna bukan melulu soalan megabisnis Sampoerna, justru museum apik ini lebih banyak menggambarkan perjuangan keras Liem Seeng Tee, laiknya sebuah kisah Cinderella dari seorang bocah pedagang asongan menjadi salah seorang terkaya di nusantara.

Selain sepeda, juga terdapat replika warung pertama pelopor bisnis Sampoerna. Gerobak sederhana yang menjual kebutuhan sehari-hari itu diparkir di salah satu sudut museum mengilustrasikan sebuah awalan yang berat. Sementara pada ruangan lain dipamerkan kebaya Siem Tjiang Nio, istri Liem Seeng Tee, yang dihadiahkan kepada putrinya ketika sedang menjalani proses persalinan.

Berlainan dengan kebanyakan museum lain di Indonesia yang rata-rata singup dan berdebu, House of Sampoerna adalah satu dari sedikit museum yang tertata apik. Lengkap dengan pencahayaan yang rapih dan alur kunjungan yang telah ditata sedemikian rupa. Tidak salah apabila museum ini berulang kali terpilih sebagai museum terfavorit di Indonesia.

Saya punya sehari penuh di Surabaya. Namun matahari belum tinggi dan saya sudah selesai mengitari museum ini. Di seberang museum terdapat sebuah kafe klasik, The Cafe House of Sampoerna. Kafe ini menyediakan berbagai delikasi dengan setting ruangan yang temaram. Namun bagi pejalan berkantong dangkal, ada baiknya saya makan siang saja di Lontong Balap Cak Su di sebelah museum. Kabarnya sih warung lontong ini sudah ada di situ sejak tahun 1952.