Kaliurang Ada Jadah Bakar

Gara-gara tidak menduga Museum Ullen Sentalu tutup, Vhindy dan saya terpaksa mencari hiburan lain di Kaliurang. Hiburan di sini berarti makanan. Jadilah kami berdua bermotor mengunjungi salah satu kedai paling kondang se-Kaliurang.

Sebenarnya kami baru saja makan nasi bandeng, bukit ada pada foto di atas, namun alibi pertama adalah keadaan memaksa kami untuk makan lagi. Alibi kedua adalah apa yang kami makan sebenarnya hanyalah camilan, yaitu jadah bakar. Kaliurang punya Jadah Bakar Mbah Carik. Carik di dalam Bahasa Jawa artinya sekretaris atau juru tulis, biasanya carik bekerja di kelurahan.

Jadah merupakan camilan manis yang terbuat dari beras ketan. Biasanya kebanyakan orang lebih lumrah memakannya dengan kombinasi tempe bacem atau tahu bacem. Namun saya sendiri lazimnya memakan jadah polosan, karena rasanya lebih ngena. Selain jadah, warung Mbah Carik ini juga terkenal gara-gara racikan wajiknya yang lembut.

Tidak berniat banyak bercerita sih. Catatan singkat kali ini hanyalah sedikit narasi dari kunjungan saya kembali ke kampung halaman di Solo.