Rumah di Uang Sepuluh Ribu

Di kantong saya sedang tidak ada uang sepuluh ribu. Namun saya percaya tanpa harus membandingkan sisi dengan sisi, bahwa yang berdiam di hadapan saya saat ini adalah rumah adat yang terpampang di lembar uang sepuluh ribuan. Inilah rumah adat Sumatera Selatan yang dikenal dengan sebutan Rumah Limas. Menariknya, rumah ini dibangun dengan sistem knock-down yang artinya bisa dibongkar pasang.

Bangunan kayu ini tidak dipaku, melainkan dipasak. Pangeran Syarif Abdurrahman Al Habsi pada tahun 1836 membangunnya sebagai tempat tinggal, hingga sepeninggal beliau rumah ini beralih fungsi menjadi museum yang terletak di belakang kantor walikota.

Sekarang rumah ini sudah berpindah lokasinya ke halaman Museum Balaputra Dewa. Strukturnya yang bertingkat-tingkat bukanlah melambangkan kasta, melainkan memang dirancang sedemikian rupa untuk mengakomodasi kebutuhan setiap anggota keluarga. Misalnya karena anak-anak muda suka nongkrong maka biasanya mereka mendapatkan kamar paling bawah di dekat tangga.

Sebagian isi Rumah Limas sudah beralih ke dalam anjungan Sumatera Selatan di Taman Mini Indonesia Indah, namun struktur luarnya masih dapat dilihat dengan lengkap di sini.