Cantiknya Perairan Komodo

Gelombangnya ringan, walau kadang berpusar. Berkas tipis cahaya matahari membayang di pulau-pulau kecil berselimut rumput hijau kekuningan di sepanjang perairan Pulau Rinca. Semakin lama gugus-gugus pulau semakin rapat menandakan bahwa kami memang sudah begitu dekat. Kami mendahului matahari di Labuan Bajo, namun matahari mendahului kami di Rinca.

“Ini Pulau Rinca, pulau terdekat di Taman Nasional Komodo,” terang si jurumudi kapal mencoba untuk menjelaskan hal ihwal geografis kepulauan ini. Usahlah perlu kepakaran geografi untuk mengerti paham perkara tersebut, dari peta saja sudah kelihatan bahwa Pulau Rinca memang berposisi di sebelah timur Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Perahu melambat. Beberapa kapal bersandar sana-sini, terpencar di luasan perairan Pulau Rinca. Namun bukan berarti mereka berpenumpang karena kami masih yakin bahwa kamilah pengunjung perdana di taman nasional untuk hari ini. Asal tahu saja, alasan kami memilih Pulau Rinca sebagai tujuan dan bukan Pulau Komodo bukanlah karena kedekatan jarak, melainkan karena ongkosnya lebih ringan untuk pejalan berkantong cekak seperti kami.

Dua orang pencari ikan melambaikan tangannya ke arah kami, membalas lambaian tangan saya. Senyum lebar ramah tamah khas Flores terpampang jelas di bibir mereka, dan saya paham bahwa identifikasi otentisitas senyuman di tanah ini bukan perkara pelik. Pasalnya, ramah tamah bukanlah remeh temeh mengingat mereka sudah ada dalam keseharian masyarakat Labuan Bajo.

Lomar menunjuk-nunjuk ke sebuah pulau besar yang mulai terlihat di kejauhan. Pulau Rinca. Saya tidak menyangka kami sudah sedekat itu setelah satu jam perjalanan saja. Namun sang jurumudi buru-buru mengoreksi bahwa kapal akan merapat di Loh Buaya, sebuah teluk yang terdapat di muka lain cekungan Pulau Rinca, jadi tidak serta merta kita bisa langsung berlabuh.

“Masih satu jam lagi kok,” ungkap si jurumudi seraya membenarkan posisi sigaretnya, “Kita berlabuh di sebalik sana. Ada dermaga kecil yang namanya Loh Buaya untuk mengurus administrasi.”