Kaledo, Kaki Lembu Donggala

Pemberhentian singkat di Donggala mempertemukan saya dengan rumah makan kecil. Simbak yang menunggui pembeli nampak tersenyum sumringah melihat kedatangan saya. Sepertinya sih karena warung ini sepi-sepi saja dari tadi.

Daftar menu disodorkan dan pandangan saya langsung tertuju ke kaledo. Bukan apa-apa. Namun memang lantaran sejak kemarin saya direkomendasikan oleh Andhini untuk mencoba makanan khas Sulawesi Tengah ini. Jadilah saya memesan satu porsi kaledo yang saya sendiri masih buta seperti apa wujudnya.

Hikayat urban mengatakan bahwa kaledo adalah kependekan dari kaki lembu Donggala. Namun ada pula yang menyebut bahwa kaledo berasal dari istilah Bahasa Kaili yang artinya tidak keras.

Semangkok kaledo dihidangkan. Wujudnya mirip dengan soto. Masakan khas Sulawesi Tengah ini berkuah bening kecoklatan dengan sepotong tulang kaki lembu yang besar di dalamnya. Rasanya bernuansa segar, agak berbeda dengan makanan Sulawesi Selatan yang nuansanya berminyak.

Cukup satu porsi saja santap siang itu saya sudahi. Berikutnya saya harus melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi ke Sulawesi Barat, melintasi lekuk-lekuk jalan Pasangkayu.

Ada apa di sana? Entahlah.