Melintas di Pematang Siantar

“Belok kanan atau belok kiri?” tanya Heri sembari mengemudikan mobil perlahan-lahan melintasi perempatan jalan. Simon agak kebingungan menjawabnya. Apalagi saya.

“Kalau nggak ada yang jawab, kita terus saja,” pungkasnya.

Begitulah. Dari Medan menuju ke Parapat, kami harus menebak-nebak jalan di Pematangsiantar yang sudah barang pasti penuh misteri. Kota Pematangsiantar adalah kota yang lumrah menjadi perlintasan bagi siapapun yang ingin menuju Danau Toba dari Medan melalui jalur darat. Kota ini juga dikenal lantaran merupakan tempat kelahiran bagi wakil presiden Adam Malik.

Dengan penduduk seperempat juta kepala, Pematangsiantar menggantungkan aktivitasnya pada dua hal, yaitu industri dan pendidikan. Kota ini mempunyai industri sigaret yang sempat masyhur bernama NV Sumatra Tobacco Trading Company yang sebagian besar produksinya diekspor ke luar negeri. Selain rokok, Pematangsiantar juga mempunyai industri tepuk tapioka.

Soal pendidikan, kota ini diklaim sebagai Kota Pendidikan bagi Sumatera Utara. Tidak jarang kota ini menjadi tujuan bagi masyarakat Sumatera Utara yang ingin mengenyam pendidikan.

Namun pagi ini saya tidak menilik lebih jauh soal sekolah ataupun rokok, terbatasnya waktu tentu saja jadi pertimbangan. Mungkin lain waktu, Siantar!