Soal Ubur-Ubur Kakaban

Ini kali kedua saya bersua Danau Kakaban. Danau air asin yang terletak di jantung Pulau Kakaban dihuni oleh komunitas ubur-ubur tidak menyengat yang mengambang di hamparan air layaknya sampah kantong plastik.

Lazimnya pengunjung yang singgah di danau ini akan berenang bersama ubur-ubur, meskipun dilindungi ada saja tangan-tangan jahil yang berusaha mengganggu kehidupan dari komunitas ekosistem danau ini. Entah dengan cara mengambil atau mengeluarkan ubur-ubur dari dalam air ke daratan untuk dipotret.

“Kemarin kita menangkap turis asing yang membawa pulang ubur-ubur,” terang bapak penjaga Danau Kakaban kepada saya siang itu, “Ubur-ubur dimasukkan dalam botol air mineral kemudian dibawa keluar dari danau ini. Padahal percuma juga, tidak lama pasti ubur-ubur itu mati.”

Selain tidak boleh dicuri, ubur-ubur yang ada di sini juga tidak diperbolehkan untuk dikeluarkan dari air untuk dipotret lantaran hal tersebut dapat menyebabkan ubur-ubur tadi sobek. Ubur-ubur yang berada di danau ini memang lembut seperti agar-agar, sehingga bersentuhan dengan manusia di luar air potensial menyebabkan tepian kulitnya robek.