Wisata Keluarga Bandungan

Niatnya jalan-jalan tetapi malas merencanakan. Maka pengambilan keputusan dipasrahkan sepenuhnya kepada orang tua, yang sebenarnya bukan ahlinya. Tetapi demi keringkasan, keahlian boleh diabaikan.

Tidak selamanya pejalan malas seperti saya betah berlama-lama dengan perencanaan. Kadang, atau ada kalanya, saya pingin jalan-jalan tapi serba malas ukur tanggal malas ukur kantong. Jadilah ikut open trip yang tinggal bayar beres. Solusi lainnya, ya ikut wisata keluarga.

Sebenarnya keluarga saya, dari garis papah, simbah, sampai canggah semua tinggal di Jawa Tengah. Tapi percaya tidak percaya, saya belum pernah ke Bandungan. Padahal Bandungan itu kan signaturistik. Kalau orang Semarang dan seputarannya mau kabur cari angin, tinggal ke Bandungan. Orang Semarang tidak pernah main ke Bandungan itu sama anehnya dengan orang Jakarta nggak pernah main ke Puncak.

Hanya ada libur dua hari. Namun itu sudah cukup bagi kami sekeluarga untuk bermain ke Bandungan. Di perjalanan kami sempatkan berhenti sejenak di Kedai Kopi Banaran yang kondang itu. Dulu zaman Orde Baru, di daerah sini sempat akan dibangun Taman Safari. Namun entah karena alasan apa, rencana itu dibatalkan dan lokasi pembangunan dialihkan ke Prigen, Jawa Timur.

Letaknya yang berada tidak jauh dari jalan poros Semarang-Solo membuat Bandungan mudah dijangkau dengan kendaraan bermotor. Sore itu saya menghabiskan waktu untuk berjalan kaki mendaki bukit-bukit kecilnya yang berumput rendah. Beberapa pekerja perkebunan nampak sedang sibuk membasuh wortel yang baru saja mereka panen. Bagi saya kunjungan ke sudut-sudut desa seperti ini adalah pelepasan ideal dari hiruk-pikuk Jakarta yang senantiasa mencekik.