Menggapai Anak Krakatau

Pasca letusan maha-dahsyat itu, Gunung Krakatau amblas. Sebagian besar bagian dari gunung tersebut terpangkas hingga ke dasar-dasar kalderanya, ditelan oleh lautan. Namun aktivitas vulkanis di bawah lautan tidak pernah berhenti. Pada tahun 1927 pulau baru mulai terbentuk di Selat Sunda, semakin hari semakin meninggi. Angka pertumbuhannya pun tidak main-main, dua belas centimeter per pekan.

Inilah yang disebut sebagai Gunung Anak Krakatau, gunung baru yang lahir dari perut induknya yang meletus satu setengah abad silam. Tingginya kurang dari satu kilometer dan sebagian besar wilayahnya bertanah pasir vulkanis. Batas vegetasi yang begitu rendah dekat dengan pantai mengisyaratkan keberadaan gunung bawah laut nan masif.

Sejujurnya pendakian Gunung Anak Krakatau tidaklah sulit. Puncaknya terlihat jelas dari bawah, memberikan kesempatan pendakian melalui lereng manapun lantaran lanskapnya yang tidak berjurang. Hanya saja tanah pasir vulkanisnya membuat kami harus berjuang keras untuk bisa melangkah naik. Istilahnya dua langkah maju selangkah mundur.

Dari hampar puncak Anak Krakatau kita dapat melihat Puncak Rakata yang terletak di seberang pulau. Dahulu kala keduanya merupakan satu kesatuan gunung yang kemudian terbelah pasca dentuman vulkanis satu setengah abad silam. Anak Krakatau sendiri masih merupakan gunung api yang aktif, letusan minornya terakhir terjadi pada tahun 2007 yang lewat.

Kami berkumpul di bawah sana. Menatap kubah hitam besar yang terhampar tepat di hadapan. Bercak-bercak putih nampak menghiasi lanskap membuat pemandangan Anak Krakatau pada siang itu terasa begitu surreal, seperti berada di planet lain. Matahari yang sudah agak tinggi membuat dinginnya pagi perlahan-lahan tersaput.

Krakatau pernah menjadi ikon horor Selat Sunda. Namun kini ia tidak lebih dari sebuah atraksi wisata di pasase sempit yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Entah sampai kapan pastinya. Namun setidaknya hingga empat abad ke depan, diramalkan Sang Krakatau tidak akan memuntahkan letusan dahsyatnya kembali.