Ikan Bakar Pulau Nanaka

Delapan ekor ikan segar itu dihargai seratus ribu rupiah. Dari sudut pandang orang Jakarta, harga ikan segitu mungkin bisa dianggap pencurian. Namun itulah, di Pulau Nanaka yang berpenduduk hanya selusin keluarga dan dengan lautan yang menampung limpahan ikan setiap harinya, harga ikan di sini pastilah terimbas inflasi parah.

“Di pulau ini memang aktivitasnya biasa makan ikan bakar,” celetuk Pak Gatot kepada Novi dan saya. Setumpuk kayu dan dedaunan kering disusun di tepi pantai dan dibakar, kemudian kulit kelapa kering ditimpakan di atasnya. Api pun menjilat-jilat bilahan besi yang ditaruh Rusli di atasnya.

Delapan ikan putih yang kami pancing dari tambak tadi pun disusun di atas bilahan besi, dua demi dua lantaran tidak muat. Sementara Pak Gatot asyik mengobrol dengan saya ihwal pengembangan pariwisata di Kabupaten Morowali Utara, Novi lebih memilih untuk menceburkan diri di lautan yang panas membara

“Pariwisata Morowali belum dikembangkan sama sekali,” ungkap Pak Gatot dengan nada datar, “Sayang sekali. Sebenarnya ada banyak yang dapat kita lakukan di tanah ini untuk mendongkrak perekonomian warganya.”

Pariwisata adalah pedang bermata dua. Di satu sisi pariwisata memang sanggup memutar roda ekonomi, namun di sini lain pariwisata juga akan membuka peluang terhadap kerusakan alam, vandalisme, dan sebagainya. Untuk itulah Pak Gatot berniat mengajak saya untuk merumuskan ide yang membuat pariwisata di Morowali tidak mengganggu ekosistem yang ada.

Lama kami berdiskusi hingga tidak terasa pergantian ikan sudah empat kali. Artinya kedelapan ikan semuanya sudah dibakar tuntas. Tinggal menambah potongan cabe, irisan mangga, dan nasi putih maka kami sudah siap untuk makan siang.

Belum lama kami selesai makan, matahari sudah bergeser dari atas kepala. Air laut yang tadi menyisakan tiga meter pantai kini sudah berada tepat di depan hidung. Gelombang yang semula tenang pun kini mendadak liar menjadi-jadi seakan mengisyaratkan kepada kami untuk segera bergegas pulang sebelum air pasang. Apa boleh buat.