Usaha Membangun Waisai

Empat ruas jalan beton memangkas perbukitan kota kecil Waisai menjadi dua bagian, dari hulu ke hilir melintasi hutan dan prairi. Seakan abai terhadap kekosongan di sekitarnya, jalan raya selebar ini terlihat aneh memotong tanah-tanah yang tidak berpenduduk.

“Itu karena kami melihat ke masa depan,” terang Pak Jajang, guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Waisai mencoba menjelaskan, “Salah satu konsultan tata kota menyarankan pemerintah untuk mengantisipasi pertumbuhan Waisai di masa mendatang dengan merencanakan struktur kota jauh-jauh hari.”

Jujur saja, saya terkesan. Saya tidak menyangka bahwa sebuah kota di pedalaman Papua Barat ternyata sanggup berpikir jauh lebih ke depan daripada kota-kota di wilayah lain nusantara yang seharusnya lebih dahulu bergerak maju.

“Waisai sedang naik daun,” lanjut Pak Jajang, “Semakin populer Raja Ampat, maka kota ini akan semakin banyak dikunjungi orang. Itulah mengapa mempersiapkan segalanya dari sekarang sebenarnya adalah langkah yang sangat masuk akal.”

Pak Jajang benar. Waisai bukan lagi sedang berdenyut. Waisai sedang berdentum. Dari sebuah desa kecil, kini menjadi jantung bagi seluruh Kepulauan Raja Ampat. Barisan pertokoan dan rumah makan dibangun di sepanjang jalan perkampungan, gedung pelabuhan nan megah, bandar udara yang baru, dan fasilitas pendidikan serta kesehatan pun mulai bermunculan. Walau masih terkesan seadanya, tidak dipungkiri bahwa Waisai punya masa depan yang menjanjikan.

Pak Jajang sempat mengajak saya berjalan keliling kota kecil ini dengan berjalan kaki tengah malam. Yang mengejutkan adalah aktivitas kota kecil ini ternyata masih sangat hidup meskipun malam sudah kelewat larut. Para pedagang DVD masih sibuk melayani pembeli dan beberapa warga masih nongkrong sambil mendengarkan musik dangdut yang diputar keras-keras. Semuanya pada pukul satu dini hari!

Dua hari saya berada di kota ini, siang nanti saya sudah harus angkat kaki menuju pesisir Saleo untuk menyelami panorama bawah laut Raja Ampat yang masyhur. Perkenalan dengan Waisai meyakinkan saya bahwa kota ini akan menjadi salah satu sentra urban penting bagi Papua Barat di kemudian hari.