Mencari Museum Budaya Jawa

Namanya digadang-gadang sebagai salah satu museum terbaik di Indonesia. Bersanding di papan atas bersama Museum Bank Indonesia, House of Sampoerna, dan Museum Tsunami Aceh, tidak salah apabila Museum Ullen Sentalu masuk ke dalam daftar ‘wajib kunjung’ teruntuk saya pribadi. Saya agaknya kurang beruntung ketika pertama kali berusaha mencapai tempat ini, museum ini tutup pada hari Senin. Alhasil saya harus menunda niatan saya satu tahun kemudian.

Hari ini saya ditemani oleh Retno, menyetir mobil menyusuri jalanan Kaliurang untuk menuju ke museum ini. Meskipun baru lewat satu tahun namun penampilan Museum Ullen Sentalu cukup membuat saya pangling, lantaran bangunan gedung baru nampaknya baru saja berdiri di halaman terdepannya.

Saya memarkirkan mobil di tepi jalan. Retno berjalan mengikuti ketika saya melangkahkan kaki melintasi jalanan Kaliurang yang sempit. Di kanan kiri jalan terdapat setengah lusin pedagang bunga dan buah yang nongkrong mengharap-harap rupiah dari para pengunjung museum yang melintas.

“Buka, Mbak?” tanya saya kepada seorang perempuan muda yang duduk di depan yang nampaknya baru saja selesai membereskan dan menyapu ruangan itu. Dia tersenyum dan mengangguk.