Dikejar Monyet Pulau Weh

Saya tidak punya urusan dengan monyet sial ini. Sesaat setelah saya memarkir sepeda motor di sisi jalan untuk memotret, tiba-tiba saja seekor monyet keluar dari semak belukar, menghadang jalan saya. Wajar apabila kemudian saya pun menjadikannya objek fotografi. Tiga atau empat jepretan saja dalam berbagai pose kemonyetannya.

Kemudian keluar monyet kedua dari belukar yang sama. Disusul monyet yang ketiga. Keempat. Kelima. Dan tidak lama kemudian sudah ada selusin monyet di hadapan saya. Semuanya menatap lurus ke arah saya di tengah jalanan sepi Pulau Weh ini, mengisyaratkan sebuah ancaman.

Insting pertama saya adalah menyambar sepeda motor dan langsung menggeber gas ke arah gerombolan monyet itu. Mereka pun kocar-kacir berlarian ke arah yang tidak jelas. Saya pun memacu sepeda motor sejauh seratus dua ratus meter ke depan dan kembali berhenti di sisi jalan.

Ketika saya menoleh ke belakang, terlihat gerombolan monyet itu berlari mengejar saya! Beruntung jarak saya dengan mereka sudah cukup jauh. Segera saya urungkan niat untuk berhenti lagi dan langsung tancap gas menjauh dari hutan teritori para primata Pulau Weh tadi.