Membelah Selat Dampier

Setengah lusin anak-anak usia sekolah dasar berlarian menghampiri saya. Mengabaikan panasnya Kota Sorong, mereka bertelanjang kaki di aspal dermaga. Kemudian salah seorang dari mereka menyodorkan sekotak kardus lusuh. Di atas kardus itu tertempel stiker besar berwarna biru tua bergaris-garis hitam.

“Untuk Persiram Raja Ampat,” katanya sambil tersenyum. Ah, sumbangan klub sepakbola. Saya membuka dompet dan memasukkan uang sepuluh ribu rupiah ke kardus itu.

Baru pagi ini saya mendarat di Kota Sorong dan sekarang saya sudah harus mengejar kapal menuju ke Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat. Perjalanan membelah Selat Dampier ini hanya akan makan waktu dua jam dari Kota Sorong. Jadilah saya masuk ke sebuah kapal feri yang kelebihan muatan, dijejalkan bersama ratusan manusia lain bersauh meninggalkan Sorong menuju ke Raja Ampat.

Untuk dua jam ke depan, biarlah petualang bebal ini menikmati perjalanannya.