Dari Hollandia ke Tolukko

Konon pada awalnya benteng ini dinamai Santo Lucas. Lantaran kesulitan mengeja nama sang tokoh Nasrani tersebut, orang Ternate kemudian menyebut nama benteng ini Tolukkas atau Tolukko. Mungkin cerita itu benar atau mungkin juga spekulasi bercampur kelakar, namun yang pasti Benteng Tolukko punya rekam jejak yang menarik untuk ditelusuri.

Benteng kecil berdinding tebal ini terletak di sudut Pulau Ternate menghadap ke arah laut lepas. Pada masa baktinya, ia dipergunakan sebagai sitadel observasi atau pos pengamatan sekaligus pertahanan bagi tentara Portugis. Utamanya untuk mengamankan lalu lintas kapal-kapal rempah mereka di perairan ini.

Adalah kekalahan Portugis dari Belanda pada awal abad ke-17 yang membuat kepemilikan benteng ini berpindah tangan. Di tangan kompeni, Belanda menamai fortifikasi baru mereka dengan nama Benteng Hollandia. Belanda pernah merenovasi benteng kerdil ini di bawah komando Pieter Both dan kemudian mempergunakannya sebagai basis pertahanan selama lebih dari dua ratus tahun kemudian.

Pada pertengahan abad ke-19, kerusakan yang terlampau parah membuat londo menyudahi masa bakti Benteng Hollandia. Bangunan ini pensiun dari tugasnya dan teronggok begitu saja sebagai reruntuhan di ambang pantai Pulau Ternate. Pada medio yang kurang lebih sama, monopoli rempah-rempah di Maluku berakhir seusai Inggris Raya berhasil mereplikasi industri rempah-rempah di Sri Lanka. Ternate pun lambat laun meredup dan Benteng Tolukko terlupakan.

Barulah dua dekade silam, pemerintah Republik Indonesia merestorasi reruntuhan Benteng Tolukko. Sitadel berusia lima abad ini berdiri kembali di sempadan Kota Ternate, meskipun telah beralih fungsi dari sentra pertahanan menjadi cagar budaya.

Benteng Tolukko menjadi destinasi pertama di Pulau Ternate yang saya singgahi bersama Awhy pagi ini. Barangkali karena kedekatan lokasi benteng dengan kota, Awhy memutuskan untuk mengajak saya mengunjungi benteng ini terlebih dahulu.

“Kita nanti putar pulau ini, sebenarnya satu hari sudah cukup untuk melihat seluruh atraksi yang ada di Ternate,” ucap Awhy seraya menyalakan kembali mesin sepeda motornya, “Ayo kita menuju ke Taman Batu Angus, lokasi berikutnya.”