Seperti biasa bagasi pertama selalu tidak bertuan. Saya hanya dapat duduk diam mengamati satu demi satu tas-tas besar dimuntahkan oleh carousel Pelabuhan Udara Internasional Supadio, menatap lengket menanti keluarnya bagasi kepunyaan saya. Teruntuk sebuah provinsi yang terisolasi dari jalur darat
