“Derawan itu perawan, Sangalaki itu sang lelaki, Kakaban itu si kakak, dan Maratua itu mertuanya,” saya hanya manggut-manggut mendengar Jimmy nyerocos di atas kapal, “Yang sedang kita lewati sekarang ini namanya Sangalaki. Pemerintahnya gila. Bikin dermaga kok nggak bikin tangga.”
Kalimantan Timur
Ubur-Ubur Danau Kakaban
Entah bagaimana saya bisa terselip di antara rombongan guru-guru SMP dari Surabaya. Subuh tadi saya duduk-duduk santai di ambang dermaga. Serombongan guru yang rata-rata cukup berumur itu menawari saya untuk ikut naik, kata mereka kuota di kapal mereka masih tersisa
Akhir Kesunyian Derawan
Tidak seperti biasanya, sore itu tidak terlihat anak-anak desa bermain bola. Deburan ringan ombak dan kaok burung mendominasi ambien lautan, menyulap riuh Derawan menjadi kesenyapan. Saya berjalan bertelanjang kaki seorang diri menyusuri putih pasir pantainya. Panas matahari begitu membakar, serasa
Surga ala Pulau Derawan
Puja-pujilah Maldives setinggi langit. Indonesia punya Derawan. Konstelasi empat pulau utama Derawan, Sangalaki, Maratua, dan Kakaban adalah instansiasi surga tropis ideal. Adakah kombinasi yang lebih baik daripada garis laut yang bening, sehampar pasir putih, barisan pohon kelapa, dan terumbu karang
Ikut Nelayan ke Derawan
Ransel puluhan kilogram tidak mencegah saya berlari kencang menyusuri lorong dermaga. Suara mesin kapal yang menderu memantik insting pejalan jauh ini. Ilham, nelayan muda sebaya yang berdiri di atas dek kapal motor itu, terlihat sibuk melepaskan ikatan di tonggak dermaga.




