Pada mulanya saya kira mereka bercanda. Sepasang suami istri itu menunjukkan kepada diri saya bagaimana mereka menangkap ikan dengan mudah. Hanya dengan melempar jaring kecil, seekor ikan besar seukuran lengan dijerat dengan mudah, kemudian disimpan di kolom yang terletak di
Papua Barat
Sunyi Senyap Raja Ampat
Ribuan tahun manusia mendiami perairan ini. Namun mereka nyaris tiada jejak selain gurat-gurat stempel telapak tangan pada permukaan dinding-dinding karang. Selebihnya adalah lautan liar dengan gugus-gugus kepulauan kecil yang mencuat dari permukaannya. Terbanyang beberapa ratus abad silam ketika manusia prasejarah
Perairan Bening Raja Ampat
Perih. Saya menatap lekat-lekat kedua lengan yang memerah legam. Siraman matahari bagaikan jerangan di atas hot plate. Dan ini baru hari kedua saya berada di Raja Ampat. Di cekungan teluk ini, kami menyandarkan perahu lapuk yang sedari pagi menemani perjalanan
Kelapa di Lautan Lepas
Odigenes mengambil sebutir kelapa ceking dari kolong perahu. Kemudian tersenyum dan meminta saya memperhatikan apa yang dia lakukan. Dengan cekatan kulit kelapa muda tersebut dikupasnya, menjadi semakin tipis dan semakin tipis hingga akhirnya salah satu sisinya terbuka. Sebuah lubang menganga
Nyanyian Minang di Saleo
Rebahlah saya di bangku malas yang terpasang di emperan pondok. Perjalanan yang berawal dari Jakarta, persinggahan semalam di Makassar dan Sorong, hingga pencapaian di Waisai, membawa saya ke tanah ini, Saleo namanya. Di sinilah saya akhirnya bisa duduk dan menarik
Menyusuri Jalan ke Saleo
Surga itu di sini. Katanya. Namun sejauh mata memandang hanya terlihat jalanan sempit dengan aspal yang masih baru namun telah dijalari tumbuhan liar. Inilah sisi lain Raja Ampat. Hanya Indra satu-satunya alasan persinggahan saya di Saleo. Berbekal informasi sedapatnya, saya
Usaha Membangun Waisai
Empat ruas jalan beton memangkas perbukitan kota kecil Waisai menjadi dua bagian, dari hulu ke hilir melintasi hutan dan prairi. Seakan abai terhadap kekosongan di sekitarnya, jalan raya selebar ini terlihat aneh memotong tanah-tanah yang tidak berpenduduk. “Itu karena kami
Cerita Guru Bahasa Inggris
Namanya Jajang Kusnara. Lama sudah Pak Jajang menetap di Papua Barat untuk mengajar Bahasa Inggris kepada murid-murid SMA Negeri 1 Waisai. Lahir dan besar di Bandung, Pak Jajang mengabdikan dirinya menjadi guru di Papua. Mata pelajaran yang diampunya adalah Bahasa
Sore Pantai Waisai Tercinta!
Namanya bagaikan pernyataan, namun seakan ia sedang memohon untuk dicintai. Pantai Waisai Tercinta nama pantai ini. Terletak di pesisir kota Waisai menghadap langsung ke Selat Dampier. Airnya berkilap bagaikan cermin angkasa. Ketika langit berwarna biru, maka laut pun biru. Ketika
Membelah Selat Dampier
Setengah lusin anak-anak usia sekolah dasar berlarian menghampiri saya. Mengabaikan panasnya Kota Sorong, mereka bertelanjang kaki di aspal dermaga. Kemudian salah seorang dari mereka menyodorkan sekotak kardus lusuh. Di atas kardus itu tertempel stiker besar berwarna biru tua bergaris-garis hitam.









