Boleh dibilang Pulau Rempang adalah penyangga ekosistem bagi jalinan mini-arkipelago Batam Rempang Galang (Barelang). Hutan-hutan Pulau Rempang yang awet dianggap sebagai penyeimbang bagi dentum industri Batam dan pesona historis Galang. Namun konsep tersebut dikhawatirkan tidak akan lama lagi bertahan. Jalan
Sekilas Soal Pulau Rempang
Dari padatnya Nagoya di hingga senyapnya Pantai Cakang, terbentang empat pulau yang dihubungkan oleh aspal mulus mengular sepanjang tujuh puluh kilometer. Pada medio mencuatnya ide akan otorita Batam di era Orde Baru, keempat pulau ini diproyeksikan menjadi lengan industri bagi
Kapal Merapat di Sekupang
Kampung Sekupang tercetus dua ratus tahun lampau. Dari sebuah perkampungan nelayan kecil dengan ekonomi yang berputar sekenanya, hingga lantas menjelma menjadi salah satu pelabuhan internasional yang melayani rute padat menuju Singapura. Persinggahan di Pelabuhan Internasional Sekupang cukup mengejutkan saya, lantaran
Senja Telusur Rimba Morowali
Mendung menggulung-gulung sementara matahari sudah tidak nampak. Perahu kayu yang tadinya akan bersandar di Pelabuhan Kolonodale kami minta berbelok sebentar ke pulau sebelah. Ada air terjun di sana. “Anggap saja ini bonus,” gerutu Opa pengemudi perahu yang saya tanggapi dengan
Jejak Manusia Purba Tomori
Kapal dibelokkan merapat ke sebuah dinding kapur di kaki tebing. Mesin dimatikan. Tidak sesuai rencana memang. Namun kami harus ke sini untuk menyaksikan salah satu tampilan menarik dari Teluk Tomori. Tebing-tebing kapur menjulang puluhan meter di hadapan saya bak etalase
Elok Lanskap Teluk Tomori
Setiap satu dua langkah, lengan saya kembali tercabik-cabik. Alang-alang tinggi yang menyelimuti pulau ini begitu menyulitkan untuk dilintasi. Tidak hanya karena gatal namun juga karena sebagian di antara mereka tumbuh setinggi kepala hingga menghalangi pandangan. Untuk menyisirnya pun tidak mudah,
Senja Teduh Teluk Tomori
Matahari mengambang rendah di sebalik bukit tatkala kami menerobos celah sempit di leher Teluk Tomori. Perahu kayu yang sedari tadi dihantam gelombang liar dari kanan kiri seakan mendadak bernapas lega lantaran mendapati perairan tenang di lingkung perbukitan hijau. Baris-baris nyiur
Ikan Bakar Pulau Nanaka
Delapan ekor ikan segar itu dihargai seratus ribu rupiah. Dari sudut pandang orang Jakarta, harga ikan segitu mungkin bisa dianggap pencurian. Namun itulah, di Pulau Nanaka yang berpenduduk hanya selusin keluarga dan dengan lautan yang menampung limpahan ikan setiap harinya,
Panas-Panas Pulau Nanaka
Informasi mengenai Pulau Nanaka dari Google nyaris nol. Tanyakanlah saja kepada siapapun yang anda temui di jalan, besar kemungkinan mereka tidak akan sanggup menunjukkan lokasi pulau mungil ini di peta. Tiga puluh enam jam sudah terlepas dari hiruk pikuk Megapolitan
Deru Mengarungi Teluk Tomori
Belum semenit kami keluar dari leher Teluk Tomori, perairan yang semula tenang kini sudah dihiasi oleh gelombang tinggi. Perahu kayu yang berisi enam orang ini terombang-ambing di tengah lautan lepas, sementara Opa pengemudi perahu nampak bergeming dengan sigaret terselip di









