Mendung menggelayut menggiring senja. Lantai pelataran vihara ini masih basah tatkala Rizal dan saya berjingkat pelan menyusuri pelatarannya. Dingin. Air bekas hujan menggenangi lantai marbel Vihara Surga Neraka, menggores langkah-langkah licin tercetak di permukaannya. Yin dan Yang. Surga dan Neraka.
Di Ketinggian Gunung Pasi
“Di seberang sana itu Bengkayang,” sahut Rizal seraya memamerkan ilmu geografi lokalnya. Saya hanya mengangguk sambil sibuk membidikkan kamera ke arah kejauhan. Gunung Pasi adalah tinggian di selepas Singkawang, sebuah bukit yang didapuk sebagai atap kota. Di kejauhan saya melihat
San Keu Jong Masa Kini
Singkawang lahir karena gold rush. Pada mulanya ia tidaklah lebih dari sebatas pelabuhan singgah bagi para penambang emas yang mencoba peruntungan mereka di daerah Monterado. Perantau pemburu emas dari Tiongkok menyebut tanah ini dengan nama San Keuw Jong, yang artinya
Selamat Idul Adha 1437 H!
Pada kunjungan ke Gorontalo, saya berpapasan dengan masjid berwujud unik ini. Belum jauh dari batas kota pada sore itu ketika mobil yang membawa saya dari Manado memasuki ibukota yang masih belia ini. Masjid berwarna kuning dan minaret kerdil bukanlah pemandangan
Jejak Perjuangan Bukittinggi
Memang Mohammad Hatta yang paling tenar. Namun Minang bukanlah melulu Hatta. Dari tatar Sumatera Barat ini telah lahir pemuda-pemuda terbaik bangsa, macam Sutan Syahrir, Muhammad Yamin, Tan Malaka, hingga Agus Salim. Gelombang cendekiawan Minang bukanlah cerita baru. Dan sejak berabad-abad,
Di Ambang Ngarai Sianok
Deru angin seakan bersiulan melewati celah-celah ngarai nan terjal. Bauran antara angin kencang dan gerimis sedari tadi memaksa saya berdiam diri di bawah lindungan atap bedeng seadanya di paparan jalan. Di bawah sana Ngarai Sianok nan masyhur terhampar luas, menjadi
Naik Turun Kota Bukittinggi
Adalah sebuah tantangan tersendiri mencari makan pada bulan puasa. Terlebih lagi untuk wilayah kental religi macam Sumatera Barat. Itulah alasan mengapa hari itu saya bangun pagi-pagi buta, mengikuti jadwal sahur, kemudian bergegas untuk menuju ke warung terdekat. Saya kembali ke
Kemuraman dan Keceriaan
Lonely Planet menyebut kebun binatang Bukittinggi sebagai tragedi. Saya tidak bisa menyalahkan mereka berkata demikian, memang ada kesan kuat bahwa kebun binatang satu-satunya di kota ini bertahan hidup dengan bermodalkan dana minimal. Hujan gerimis yang membasuh Ngarai Sianok sedari pagi
Berawal dari Fort de Kock
Kota Bukittinggi bermula dari sitadel ini. Untuk menegaskan klaim terhadap seisi wilayah Agam dan Pasaman, Hendrik Merkus de Kock membangun benteng ini di lapangan pucuk Bukit Jirek. Dari benteng kecil inilah pertahanan dan pengawasan masyarakat di sekitar Ngarai Sianok dikendalikan.
Tentang Muhammad Hatta
Sejatinya memahami Mohammad Hatta tidaklah sulit, karena beliau selalu konsisten. Hatta adalah sosok pemikir yang pendiam. Bak antitesis Soekarno, Hatta memimpin republik ini jauh dari gegap gempita politik dan kekuasaan. Alih-alih pidato yang meletup-letup ala kompatriotnya, Hatta lebih memilih membubuhkan









