“Muaro Jambi? Sebelah mana? Candi? Candi yang mana?” tukang ojek yang saya stop masih kebingungan dengan pertanyaan saya tentang tarif menuju kompleks percandian Muaro Jambi. Celakanya Muaro Jambi adalah nama kabupaten, yang mana Kota Jambi adalah enclave yang membentuk teritori
Mencari Apa di Jambi?
Berkunjung ke Jambi berarti mengorbankan diri menjadi sasaran hujan pertanyaan yang sama, apa yang engkau cari di Jambi? Atau lebih kasarnya, ngapain sih ke Jambi? Jambi memang bukan tujuan wisata yang lumrah. Jangankan secara nasional, di Sumatera saja pamornya kalah
Megahnya Bandara Kalimarau
Bandara ini seakan-akan dicabut dari kota metropolitan macam Makassar kemudian dijatuhkan di tengah hutan Kalimantan. Bandara Kalimarau di Tanjungredeb ini memang tidak lumrah. Untuk ukuran sebuah bandara di pelosok Kalimantan, bangunannya modern dan desainnya pun glamor. Dua tahun empat kali
Kaya Berkat Batu Bara
Sekelompok remaja terlihat cekikikan pada salah satu sudut bistro di Tanjungredeb. Di seberang mereka duduklah saya seorang diri bersibuk-sibuk di dunia maya sembari menikmati secangkir frappe. Sesekali saya memandang keluar dinding kaca, mobil-mobil baru berseliweran di atas aspal mulus. Tidak
Jejak Histori Gunung Tabur
Dua ribu rupiah saja yang diminta oleh bapak tua pemilik perahu sebagai upah menyeberangkan saya ke Kraton Gunung Tabur. Perahu kecil yang terasa tidak seimbang itu didayung perlahan-lahan membelah Sungai Segah secara diagonal. Tidak sampai dua menit saya sudah berada
Angkat Kaki dari Derawan
Semua barang pribadi masuk ransel. Matahari baru saja bangun tetapi saya sudah ngendon di anjungan dermaga Derawan. Hari ini saya melanjutkan perjalanan ke Tanjungredeb setelah lama berputar-putar di pulau kecil yang memukau ini. Perjalanan saya masih panjang. “Gelombangnya masih besar
Anak-Anak Pulau Derawan
“Foto! Foto!” teriaknya sambil memanjat ke sela-sela pohon kelapa, “Apa di Jakarta juga ada laut? Apa di Jakarta ada banyak sekali penyu? Ibukota penyunya lebih banyak daripada di sini?” Anak itu menghujani saya dengan banyak sekali pertanyaan. Hanif baru kelas
Mengomentari Pulau Sangalaki
“Derawan itu perawan, Sangalaki itu sang lelaki, Kakaban itu si kakak, dan Maratua itu mertuanya,” saya hanya manggut-manggut mendengar Jimmy nyerocos di atas kapal, “Yang sedang kita lewati sekarang ini namanya Sangalaki. Pemerintahnya gila. Bikin dermaga kok nggak bikin tangga.”
Ubur-Ubur Danau Kakaban
Entah bagaimana saya bisa terselip di antara rombongan guru-guru SMP dari Surabaya. Subuh tadi saya duduk-duduk santai di ambang dermaga. Serombongan guru yang rata-rata cukup berumur itu menawari saya untuk ikut naik, kata mereka kuota di kapal mereka masih tersisa
Akhir Kesunyian Derawan
Tidak seperti biasanya, sore itu tidak terlihat anak-anak desa bermain bola. Deburan ringan ombak dan kaok burung mendominasi ambien lautan, menyulap riuh Derawan menjadi kesenyapan. Saya berjalan bertelanjang kaki seorang diri menyusuri putih pasir pantainya. Panas matahari begitu membakar, serasa









