Enggan hati ini untuk berjibaku dengan kendaraan kelas berat di jalur Nagreg. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa ada jalur alternatif dari Bandung untuk mencapai Garut. Jalur ini kadangkala dikenal dengan sebutan jalur Cijapati. Rutenya menghubungkan antara Majalaya di wilayah
Jawa Barat
Penjual Telepon di Cisompet
Terkutuklah orang yang menugaskan salesman berjualan telepon di tempat ini. Bukan telepon genggam melainkan telepon rumah keluaran tahun delapan puluhan. Saya memacu sepeda motor melintasi liukan aspal mulus Cisompet menuju Pameungpeuk. Sekali waktu saya menghentikan sepeda motor di sisi jalan
Bandung di Lingkung Gunung
Tengoklah barisan penggal-penggal lagu gubahan para seniman Sunda. Cepat atau lambat pasti tersurat bahwa kota Bandung yang mereka lukiskan itu bertempat di lingkung gunung. Bandung bagaikan ceruk Tanah Pasundan. Tidak janggal andai masyarakat menyebut dataran tinggi ini cekungan. Bandung ibarat
Lembang yang Makin Sesak
Entah berapa ratus kali saya lewat sini. Ketika kuliah prei, saya sering menyepi dan mendinginkan kepala di Lembang. Di masa itu Lembang masih senyap, tidak seperti sekarang di mana Lembang sudah menjadi semacam Puncak kedua bagi warga urban Bandung dan
Melawat Pagi di Hutan Pinus
Sorot cahaya matahari terpapas rimbun pepohonan pinus yang berselang-seling hijau kuning. Desir angin hutan sayup-sayup membelai wajah, meninggalkan rasa gagu di wajah. Kami berempat tidur telentang di kaki batang-batang pinus menjulang, beralaskan tumpukan jerami yang lebih tebal daripada kasur. Tidak
Wilujeng Enjing, Pasir Moko!
Kami berkejaran dengan pagi hingga ke bibir tebing. Dari atas Bukit Moko secercah cahaya merah muda membias mewarnai setengah langit biru. Sekitar satu lusin anak muda lainnya ikut menyaksikan momen matahari terbit di akhir pekan itu. Lama saya mengenal Bukit
Bermalam di Caringin Tilu
Bandung terlihat anggun dari atas sini. Yugie memacu sepeda motor menyusuri jalanan sempit menanjak sementara saya duduk di belakang merapatkan jaket menghadang bekunya udara malam. Sudah sekitar setengah jam kami meninggalkan Saung Angklung Ujo dan bergerak jauh ke utara. Sekarang
Menangkar Penyu Batukaras
Penyu itu berbeda dengan kura-kura. Menyaksikan bocah-bocah metropolitan Jakarta memperdebatkan apa bedanya penyu dan kura-kura sepanjang perjalanan benar-benar ibarat komedi situasional. Siang ini kami, dua puluh orang, menyambangi penangkaran penyu di Batu Hiu. Ratusan tukik, anakan penyu, ditampung di dalam
Impromptu ke Green Canyon
“Pokoknya gue nggak mau ngerti, elu harus ikut! Kita semua ke Green Canyon!” pesan singkat to the point khas Lysa itu membuat saya berangkat dadakan ke Pangandaran. Dua puluh orang. Satu bus. Sebagai seorang penyuka solo traveling, tentu pergi rame-rame
Dadakan ke Kampung Gajah
Baru teman saya memberi tahu kalau besok itu prei. Lhadalah, kok saya bisa lupa. Mungkin saya bukan orang yang cukup awas, karena libur saja bisa terlewat. Tetapi buat seorang pejalan lepas tentu perkara remeh untuk bikin khitah dadakan. Jadilah Bayu









