Seberapapun dalamnya kantong anda, Bandung punya tawaran. Hotel-hotel menjamur di kota Bandung memenuhi setiap sudut kota dengan berbagai fasilitas dan kelas. Jumlahnya juga tidak main-main, tujuh ribu lima ratus kamar! Bandung terang bukan pemain anyar di dunia pariwisata. Sejak era
Jawa Barat
Terowongan Gedung Merdeka
Di bawah Gedung Merdeka ada sebuah terowongan. Berani taruhan bahwa mayoritas masyarakat Bandung pun tidak mengetahui seluk beluk mengenai terowongan bersejarah ini. Siang itu saya berkesempatan bersama Bayu untuk berkunjung ke Gedung Merdeka dan menyusuri terowongan bawah tanah yang menghubungkannya
Kisah Masjid Raya Bandung
Entah sudah berapa kali pembangunan ulang dilakukan. Berpapasan dengan perpindahan pusat kota dari Dayeuhkolot ke pinggir De Grote Postweg, dibangunlah Masjid Agung Bandung. Masjid di jantung kota ini berbentuk sederhana dengan atap rumbia dan struktur panggung. Di sisinya terdapat sebuah
Gedung Merdeka nan Gaul
Gedung Merdeka senantiasa akrab dengan pergaulan. Jauh sebelum eksistensinya sebagai latar belakang selfie anak muda Kota Kembang, gedung yang dahulu bernama Societiet Concordia ini sudah menjadi tempat pesta pora meneer Belanda. Di sinilah para saudagar Belanda, pria dan wanita, muda
Kilometer Nol Bandung
Zorg, dat als ik terug kom hier instand in gebouwd. Kelak, apabila saya kembali maka di tempat ini sudah berdiri sebuah kota. Kota Bandung berdiri semudah mengucapkan sepatah kata. Sepatah kata dari Gubernur Jenderal Herman Daendels memang menandai berdirinya kota
Kesasar di Gununghalu
Bermodal peta purbakala dan lusuh dari Gramedia, saya kemarin tersasar di Gunung Halu. Lazimnya sih orang mengenal Gununghalu dengan Curug Malela, namun kali ini saya ke sana bukan untuk mencari air terjun. Saya ke sana untuk mencari jalan tembus ke
Kereta Api Tatar Pasundan
Bandung bukanlah yang pertama. Dua puluh tahun setelah Staats Spoorwagen membangun jalur kereta api di Semarang, barulah kemudian Bandung dilirik. Bukan salah Bandung. Memang harus jujur dataran Priangan adalah medan berat serba sulit bagi pembangunan transportasi semacam kereta api, belum
Tahu Bungkeng Sumedang
Muka saya belepotan. Hitam legam lantaran debu jalanan. Hampir tiga jam saya abai akan buram kacamata berkendara seorang diri dari Bandung ke Sumedang. Dari keluaran Bandung di Cileunyi yang padat sesak dengan kendaraan, hingga melintasi jalur maut Cadas Pangeran nan
Danau Pangkalan yang Lenyap
Saya paham benar apabila peta tua tidak selalu akurat. Saya juga tahu pasti bahwa semakin uzur sebuah peta maka semakin besar kemungkinan realita sudah berlainan dari lekuk-lekuk jalan atau pemukiman yang dipetakan. Namun tidak pernah terbersit di dalam bayangan saya
Di Kaki Gunung Mandalawangi
Nama Gunung Mandalawangi, gunung dengan tiga puncak, memang tidak setenar kolega-koleganya di Priangan. Padahal panorama gunung ini pasti anda saksikan ketika anda menaiki kereta api dari timur menuju ke Bandung melalui jalur selatan. Demikian pula ketika saya berkendara menerobos masuk









