“Ada satu cughup di sana. Tapi jauh. Angker,” celoteh ibu muda tadi terpatah-patah seraya menggendong bayinya dalam dekapan selendang, “Air terjun. Harus jalan lagi dari sini masuk hutan ke sana. Masuk ke dalam.” “Batu Pijar, Ibu?” tanya saya mengulangi pertanyaan
Kunjungan Istimewa ke Lahat
“Jangan sekali-kali berkeliaran setelah matahari terbenam,” ucap laki-laki uzur itu seraya mendekatkan bibirnya ke gelas kopi. Gurat-gurat di pipinya terlihat begitu jelas di bawah redupnya teras hotel sore itu. Ini pesan yang sama persis keempat kalinya yang saya terima hari
Deru Bumi Serasan Sekundang
“Apa sih arti dari Serasan Sekundang?” tanya saya kepada Pak Sopir yang nampaknya lebih bingung lagi untuk menjawabnya. Seorang bapak yang duduk di kursi penumpang bergumam namun saya kurang dapat mengerti apa yang dikatakannya. “Sepertinya lebih bermakna seiya sekata,” jawab
Tutup Tahun di Ebenhaezer
“Kami ada ibadah tutup tahun, bapak ikut saja bersama kami,” ajak Pak Mateos Anin, kepala suku di Fatumnasi kepada saya malam itu. Memang malam itu adalah malam tahun baru dan saya terkurung di desa pedalaman ini tanpa barang satu kembang
Sapi Perlambang Kekayaan
“Kalau di Jakarta, orang punya mobil dan rumah sebagai lambang kekayaan, di sini orang punya sapi,” celetuk adik Pak Mateos Anin kepada saya siang itu. Kami berdua berjalan kaki di padang rumput, saya menemani beliau menggembalakan lembu-lembu yang jumlahnya nyaris
Suku Mollo dan Fatumnasi
Oel fani on na’, air adalah darah. Nasi fani on nafua, pepohonan adalah rambut. Afu fani on nesa, tanah adalah daging. Fatu fani on nuif, batu adalah tulang. Kurang lebih demikianlah filosofi utama dari masyarakat Suku Mollo yang secara gamblang
Fatumnasi Masih Terisolasi
Fatumnasi tidak hanya terperangkap oleh tebing. Desa ini seakan-akan sudah dikurung oleh kubah magnetik tidak kasat mata yang membendung sinyal telekomunikasi. Pasalnya, hanya ada satu operator yang sinyalnya menjangkau desa ini, yaitu Telkomsel, itu pun hanya satu bar. Jika waktu
Tips Berlibur Menggunakan Kereta Api bersama si Bayi
Liburan merupakan saat yang dinantikan banyak orang. Namun, kadang keinginan itu harus terkendala kekhawatiran akan si kecil. Banyak orang tua yang akhirnya mengurungkan niat untuk berlibur karena cemas si buah hati akan kelelahan saat diajak melakukan perjalanan wisata. Namun, jangan
Desa Fatumnasi nan Permai
Fatumnasi terselip di celah pegunungan. Tidak jauh dari desa ini terlihat puncak Gunung Mutis, atap Pulau Timor, mengambang di awang-awang seakan meneduhi seantero pulau. Desa kecil ini begitu tenang, jauh dari keramaian, sedikit banyak lantaran sulitnya akses transportasi untuk masuk
Melewatkan Malam di Lopo
Suhu di luar anjlok hingga delapan derajat Celsius. Malam di Fatumnasi mengingatkan saya akan malam-malam yang pernah saya lewati di Dataran Tinggi Dieng beberapa waktu silam. Yang berbeda adalah yang memisahkan antara saya dengan bekunya malam kali ini hanyalah bilah-bilah









