Pak Mateos Anin punya banyak lopo di pekarangan rumahnya. Satu lopo yang terletak tepat di tengah-tengah pekarangan adalah lopo yang paling besar, ukurannya dua tiga kali lopo-lopo lainnya. Di sinilah Pak Mateos Anin bersama keluarganya berkumpul, menjadikan gubuk kecil ini
Lopo Gondrong Ala Selatan
Lopo adalah pemandangan kambuhan ketika melintasi bagian tengah Pulau Timor dari utara ke selatan. Istilah lopo ini merujuk kepada rumah adat Timor yang berbahan dasar bambu dan alang-alang sebagai atapnya. Lopo di Kabupaten Timor Tengah Utara punya tiang-tiang kokoh yang
Mateos Anin dan Lopo Mutis
Bertemu dengan Mateos Anin adalah belajar tentang ramah tamah. Beliau adalah generasi kesebelas dari klan Anin Fuka, sebuah suku pedalaman yang pertama kali mendiami tanah Fatumnasi. Di desa kecil di lereng Gunung Mutis inilah Pak Anin memimpin Suku Mollo dari
Sambut Ramah Mateos Anin
“Dari mana bapak?” tanya kakek itu melongokkan kepalanya dari jendela rumah. “Dari Solo, Pak.” jawab saya sembari menyeringai lebar. Saya yakin sekali bahwa orang yang berdiri di hadapan saya ini adalah Mateos Anin, sang jurukunci Gunung Mutis yang saya cari-cari
Fatumnasi, Puncaknya Timor
Tanoebok Tem Toi Fatumnasi. Selamat datang di Fatumnasi. Tulisan kabur yang tertatah di salah satu bongkah batu di tepi jalan membuat saya sedikit bernapas lega lantaran kami akhirnya bisa mencapai Fatumnasi sebelum hujan mengguyur. Namun ternyata sisa perjalanan juga tidak
Jalan Rusak ke Fatumnasi
Entah sudah berapa kali saya harus turun agar Pak Nikolaus, tukang ojek yang membawa saya ke Fatumnasi, bisa memaksakan sepeda motornya untuk naik. Aspal mulus sudah habis sekitar lima kilometer yang lalu. Kini yang tersisa hanyalah jalan raya yang dikeraskan
Kapan-Kapan Kita ke Kapan
Melalui pesan singkatnya, Galuh mengatakan bahwa di Desa Kapan inilah aspal terakhir. Setelah ini hanya ada aspal satu kilometer lagi hingga tujuh belas kilometer ke atas. Sepeda motor dihentikan di pinggir jalan, tukang ojek memberikan kesempatan kepada saya untuk membeli
Soe, Apa Itu Patung Nasi?
Bus jurusan Kefamenanu-Kupang menurunkan saya di tepi jalan tanpa meninggalkan apapun selain jejak asap hitam yang mengepul dari pipa knalpotnya. Dan jadilah saya termangu seorang diri di pinggir jalan Kota Soe, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan, tanpa syak wasangka hendak
Selamat Idul Adha 1438H
Masjid Raya Dompu ini adalah salah satu lokasi yang saya kunjungi pada saat singgah di Pulau Sumbawa tahun lalu. Meskipun di tengah redupnya Kota Dompu menjelang malam hari, Masjid Raya Dompu terlihat bercahaya dengan minaretnya yang berwarna kuning terang. Anif
Kepiting Soka dari Tarakan
Saya hanya mengangkasa selama delapan belas menit. Penerbangan dari Nunukan ke Tarakan boleh kita bilang singkat namun lumrah untuk ukuran perjalanan regional antar pulau. Pesawat Kalstar yang saya tumpangi tinggal landas dari Bandara Nunukan tepat tengah hari dan tiba di









