“Kalian pernah lihat film 5cm?” tanya bapak dari organisasi sukarelawan mewakili taman nasional siang itu yang sontak dijawab pernah oleh beberapa orang, “Nah, itu contoh yang buruk. Salah satunya adalah kalian tidak boleh berenang di Ranu Kumbolo!” Selama satu jam
Desa Bernama Ranu Pani
Desa Ranu Pani mendapatkan namanya dari sebuah danau permai bernama sama yang berada di tengah-tengah desa ini. Danau yang menjadi salah satu dari tiga danau ikon Semeru, bersama Ranu Kumbolo dan Ranu Regulo ini memang tenar lantaran menjadi gerbang masuk
Menatap Bromo dari Atas
Tanjakan demi tanjakan dilibas oleh mobil jip dengan bak terbuka ini. Saya yang duduk di tepi harus berhati-hati agar kepala tidak tersambar oleh dahan-dahan pohon yang melintang sana-sini sepanjang perjalanan. Inilah perjalanan yang harus kami tempuh menuju ke Ranu Pani.
Bersiap-Siap Naik Semeru
Semeru ada di sana bukan untuk diterabas begitu saja. Ada begitu banyak birokrasi yang harus kami tempuh demi memberangkatkan sebelas anak muda ini ke tinggiannya. Dimulai dari syarat keberadaan perkakas wajib seperti sleeping bag, jaket, sepatu, senter, hingga surat pernyataan
Pasir Pantai Ciantir Sawarna
Perjalanan ini dilakukan sepuluh tahun silam, kondisi Sawarna sekarang sudah jauh berbeda. Seakan berlomba dengan fajar, kami berdua berangkat ke pantai pagi-pagi buta. Di tengah perjalanan menuju pantai, mentari nampak mulai bersinar di ufuk timur. Untuk bisa menyaksikan matahari terbit,
Tapal Batas Provinsi Banten
Sepintas sih tidak lebih dari sebongkah batu yang kurang menginspirasi. Memang. Inilah patok yang memisahkan antara Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Sore itu saya menggunakannya sebagai landasan duduk seraya menyantap semangkok bakso. Di tepi pantai inilah dua lusin perahu
Batu-Batu Karang di Bayah
Jalan beraspal itu sesungguhnya sudah setengah rusak. Ketika Ian menggeber sepeda motornya menguntit truk-truk Cemindo yang melintasi pesisir selatan Provinsi Banten, saya hanya berharap hujan tidak turun. Tidak terbayangkan apabila hujan mengguyur hamparan aspal bolong-bolong yang sudah setengah bercampur tanah
Cibobos, Pantai Air Kentut
Secara harafiah Cibobos bermakna Air Kentut. Entah apakah pihak pemberi telah kehabisan nama yang lebih baik atau memang ini merupakan semacam lelucon praktikal bagi warga sekitar. Yang jelas Ian dan saya tidak mau ambil pusing, kami memarkir sepeda motor di
Langit Merekah di Sawarna
Angkasa seakan dikutuk dengan warna nila. Seumur-umur, baru pertama kali saya melihat matahari terbenam dengan bauran warna janggal seperti di Pantai Sawarna. Langit yang semula berwarna biru cerah mendadak lebur dalam semburat merah merona, paduan keduanya mencetak warna-warni nila apik
Selamat Hari Raya Isra Miraj
Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar tidak hanya di Indonesia, namun juga di Asia Tenggara. Foto ini diambil oleh Bayu ketika kami berdua sedang berjalan-jalan siang mengisi waktu akhir pekan. Salah satu fakta menarik dari Masjid Istiqlal adalah bahwa masjid ini









