“Airnya hangat,” ucap Rissa sembari tertawa kecil, “Yang di tempat ibu-ibu mencuci sana airnya hangat. Kalau kakak tidak percaya coba saja ke sana.” Saya melangkah mendekat dan merendam telapak kaki di salah satu ceruk air yang menggenangi sela-sela bebatuan. Rissa
Hidup dari Hasil Laut Maluku
“Aduh, Ibu Susi… kok ikannya kecil-kecil begini,” keluh lelaki bertopi jingga itu menyebut-nyebut nama Menteri Perikanan seakan tidak tahu lagi siapa yang harus dia sebut. Separo penduduk kampung ini adalah nelayan. Mereka benar-benar hidup bersandar pada situasi perairan ini. Ketika
Jalan Panjang bagi Jailolo
Di gores-gores pena bangsa Portugis, Jailolo dicatat dengan nama Gilolo. Bukan hanya sebagai episentrum perekonomian pada periode tersebut, Gilolo mereka sebut-sebut sebagai cikal bakal kesultanan-kesultanan di Maluku Utara, lantaran statusnya sebagai kesultanan tertua di seantero arkipelago ini. Namun waktu tidak
Jailolo Gencar Membangun
Maka terputuslah rantai itu. Sudah enam abad lamanya Halmahera yang besar ini harus tunduk di bawah silih ganti kuasa dua pulau kecil tetangganya, Ternate dan Tidore. Bahkan ketika republik ini merdeka pun, Halmahera sempat empat dekade berada di bawah komando
Carita Punya Banyak Cerita
Anyer tenar berkat de groete postweg, sebagai titik tolak jalan pos seribu kilometer yang dibangun oleh Wilhelm Daendels. Alhasil Anyer pun menjadi terminus ujung barat Pulau Jawa di kala itu. Namun siapa sangka bahwa tanah ini dahulu bernama Sudimampir, alias
Penjual Telepon di Cisompet
Terkutuklah orang yang menugaskan salesman berjualan telepon di tempat ini. Bukan telepon genggam melainkan telepon rumah keluaran tahun delapan puluhan. Saya memacu sepeda motor melintasi liukan aspal mulus Cisompet menuju Pameungpeuk. Sekali waktu saya menghentikan sepeda motor di sisi jalan
Selamat Hari Raya Waisak
Gambar ini diambil oleh Mainar pada waktu kami berdua berkunjung ke Candi Borobudur untuk mengikuti prosesi perayaan Waisak beberapa tahun silam. Foto ini diambil di latar depan Candi Borobudur yang diterangi sorot lampu spotlight hanya sesaat sebelum acara dimulai. Di
Berbudaya di Museum Wayang
Sebenarnya di lembar-lembar kisah bangsa-bangsa selalu ada wayang. Memori saya terngiang jauh ketika masih berada di Munich pada musim dingin setahun silam. Kala itu saya menyaksikan sebuah pagelaran boneka dari seluruh dunia dalam aneka bentuk dan coraknya. Dari Indonesia? Wayang.
Museum Bank Indonesia Juara!
Tidak selazimnya museum di Indonesia bisa memenangkan Trip Advisor Traveler’s Awards. Tetapi Museum Bank Indonesia adalah si perkecualian. Museum yang terletak di simpang jalan menuju Kota Tua tersebut menjadi museum terfavorit pilihan pemirsa situs kawakan, TripAdvisor. Ketika pertama kali mengunjungi
Memori Museum Bank Mandiri
Memasuki gerbang Museum Bank Mandiri ibarat tersedot pusaran mesin waktu. Dinding-dinding kusam bernuansa sefia mengurung saya dari segala sisi, membawa saya jauh ke masa lalu, masuk ruang waktu kolonialis. Cahaya matahari semenjana menerobos masuk dari jendela-jendela kayu lapuknya, memberi warna









