Pukul setengah satu, roda pesawat terbang menggores aspal, meninggalkan jejak hitam di landas pacu Bandara Juwata di Tarakan. Sepintas saya melihat bandara ini pun sudah banyak berbenah, namun saya tidak punya banyak waktu untuk bernostalgia lantaran perjalanan saya masih dua
Kalimantan Utara
Selamat Maulid Nabi 1437 H
Menyambangi perbatasan Indonesia memang selalu memberikan sensasi tersendiri. Foto ini saya ambil ketika saya sedang berada di Kabupaten Nunukan, salah satu kabupaten terluar republik ini. Di kota ini berdiri Islamic Center Nunukan yang megah persis di tepi laut. Islamic Center
Selamat Hari Pahlawan 2016!
Pulau Sebatik adalah pulau terluar Republik Indonesia, satu pulau yang menjadi hak milik dua negara, Indonesia dan Malaysia. Waktu itu, saya berfoto di samping sebuah bendera merah putih yang berkibar pada halaman Patok Tiga yang terletak di desa Aji Kuning.
Seikat Rambutan Bulungan
“Ini rambutan ambil buat bekal jalan,” kata ibu itu sambil menyerahkan seikat rambutan. Pemberian yang tidak saya antisipasi karena selain cuma-cuma, sopir saya juga hanya berhenti untuk numpang pipis. Kalau numpang pipis saja gratis rambutan, mungkinkah numpang boker gratis durian?
Makam Bagi Dayak Kenyah
Edward Jenner, nama yang terpampang pada kayu menyilang di tanah kubur itu. Bukan. Bukan Edward Jenner si ahli ilmu hayat penemu vaksin cacar, melainkan seorang Edward Jenner lain yang berasal dari suku Dayak Kenyah. Persinggahan saya di Bulungan pagi ini
Salam Untuk Tanjung Selor
Pepohonan rimbun menghiasi lanskap yang dibelah oleh jalanan beraspal seadanya. Tanjung Selor lebih mirip desa raksasa daripada kota. Tidak banyak yang mengetahui bahwa dia baru saja didapuk menjadi ibukota provinsi Kalimantan Utara. Sebuah kecamatan yang sebentar lagi segera naik kelas
Antara Australia dan Jepang
Tarakan adalah tragedi bagi Australia, kenang Paul Stanley dalam bukunya. Hidup dua ratus anak muda Australia berakhir di ladang darah ini pada penghujung Perang Dunia II. Walaupun pertempuran balas dendam tersebut dimenangkan oleh sekutu, harga yang harus dibayar dinilai tidak
Kuburan Jepang di Tarakan
Anak perempuan kecil itu berteriak-teriak memanggil ayahnya. Seorang pria berkumis duduk menyesap kretek menyuruh anak itu diam. Saya berjalan mendekatinya. Pria itu terperanjat melihat kehadiran saya hingga rokoknya nyaris tertelan, dan anak perempuan tadi tertawa terbahak-bahak, “Tuh kan! Dibilangin nggak
Hutan di Jantung Kota
Monyet itu nampak asyik duduk di emperan toko tanpa mempedulikan sekitarnya. Segeralah si penjaga toko keluar dan mengusirnya dengan sebatang sapu ijuk. Sebuah pemandangan absurd yang barangkali hanya ada di Tarakan. Pasalnya di tengah-tengah kota Tarakan terdapat hutan lindung. Sesekali
Tarakan, Pintu Masuk Jepang
Asap membumbung tinggi ketika kilang-kilang minyak dibakar. Sedemikian dahsyatnya pembakaran itu hingga Pulau Tarakan nampak menyala di kegelapan malam. Selaksa serdadu Belanda dikonsentrasikan di pesisir barat, tepatnya Juwata. Malam itu pasukan Simon de Waal bersiap-siap menghadang gempuran armada danawa Kekaisaran









