“Tujuh ribu,” katanya sembari menyerahkan sekaleng Pocari Sweat melalui lubang kecil yang ada di tengah-tengah teralis. Lubang dengan jendela ayun mirip pintu masuk anjing itu ada di nyaris semua warung yang seluruhnya tertutup teralis. Tentu ada satu hal yang tidak
Papua
Panas Pantai Lampu Satu
Saya berusaha menapaki rerumputan berlumpur yang ada di sisi kanan aspal sempit itu. Memijak aspal cukup beresiko karena jangankan untuk berjalan di tepinya, untuk lewat satu mobil pun tidak muat. Saya memang sengaja memilih jalan tembus perkampungan ini untuk mencapai
Gemerlap Malam Merauke
“Jadi tempat ini sudah tidak aman!” sedari tadi Gita nyerocos berusaha menjelaskan kepada Astrid dan saya untuk segera pulang daripada berkeliaran malam-malam, “Kemarin-kemarin tidak apa-apa, tetapi belakangan ini tidak aman. Tadi sore ada orang ditikam di belakang sana ketika naik
Lumbung Padi di Sungai Maro
Pendaratan di Merauke disambut oleh pemandangan yang kurang lazim di Papua, hamparan sawah. Luasan sawah yang membentang mengikuti lekak-lekuk Sungai Maro seakan menjadi simbolisme bahwa kami sudah mendekati pusat Kabupaten Merauke, tempat yang digadang-gadang sebagai lumbung padi ujung timur Indonesia.
Dentum Ujung Timur Indonesia
Barangkali berkat judul lagu wajib itu, Merauke mendapatkan perhatian berlebih. Barangkali juga bukan. Yang jelas Merauke adalah primadona di paparan selatan Papua. Dibandingkan dengan daerah-daerah lain di sekitarnya seperti Mappi, Asmat, dan Boven Digoel, Merauke dua langkah lebih maju. Saya
Pintu Gerbang Ambang Timur
Kurva melengkung membentuk tiga elipsis raksasa berdinding kaca menyambut kedatangan saya di Merauke. Tanah paling timur Indonesia sekaligus anak emas pemerintah pusat yang konon selalu mendapat perhatian berlebih sejak namanya ditatah dalam judul lagu wajib. Tidak lama yang lalu, pesawat
Selamat Tahun Baru 2016!
Mungkin sudah menjadi sebuah kelaziman bahwa saya selalu melewatkan awal tahun di pelosok. Tidak terkecuali beberapa tahun lampau ketika saya berkeliaran di Tanah Papua menjelang pembukaan tahun, jauh dari kemeriahan dan riuh rendah khas Jakarta. Walaupun demikian canda tawa masih






