Saya kenal Sangeh waktu saya masih duduk di kelas dua SD. Dari kalender dinding. Gambaran akan sebuah pura di tengah hutan yang dihuni oleh monyet-monyet liar menghiasi fantasi kanak-kanak saya kala itu. Pokoknya pasti, suatu saat nanti, saya akan berkunjung
Sendiri di Pura Taman Ayun
Jika bukan lantaran gerimis membasuh, urung saya singgah di sini. Hujan remeh yang sedari tadi mengguyur Bali seakan kurang serius dengan niatnya, kadang turun kadang reda. Jadilah saya memutuskan untuk berteduh di pura terdekat, menunggu kepastian angkasa terang kembali. Pura
Dari Buyan ke Tamblingan
Airnya tenang namun terlihat nyaris meluap meluber ke tanah di tepinya. Orang bilang Buyan dan Tamblingan adalah danau kembar. Namun pada kenyataannya Buyan jauh lebih besar dibanding kolega di sebelah baratnya, sekitar tiga kali lebih besar. Satu-satunya kesamaan yang mampu
Siobak Babi dari Singaraja
Siobak adalah akulturasi delikasi Tionghoa dan Bali. Dibawa oleh para pedagang Tiongkok, siobak perlahan-lahan menjadi makanan standar Kabupaten Buleleng. Menariknya, hampir seluruh bagian tubuh babi sanggup diolah untuk dijadikan bahan baku siobak, mulai dari kulit, tulang, jeroan, dan tentu saja
Dihadang Kabut Kintamani
Boleh jadi saya memang salah memilih masa. Matahari masih malu-malu ketika saya menggeber sepeda motor dari Ubud melintasi persawahan menuju Singaraja. Namun perjalanan membelah Pulau Bali secara tegak lurus itu bersambut dengan kabut tebal di jantung Pulau Bali. Memasuki dataran
Menyepi di Pesisir Waisai
Sebatang kayu menjadi totem tunggal di pesisir pantai Waisai siang itu. Saya berjalan seorang diri menyusuri pasir putihnya yang membara, langit begitu cerah, dan matahari pun bersinar dengan bebasnya. Bagi saya semua perjumpaan pasti diakhiri dengan perpisahan, tidak terkecuali untuk
Senja Merona di Raja Ampat
Angkasa sempat muram. Namun entah mengapa mendung mendadak tersibak, seakan memberi kesempatan kepada kami untuk menyimak nyala-nyala terakhir senja. Di bawah segumpal awan hitam, matahari mengintip, membelah langit menjadi dua warna dominan, biru dan jingga. “Berdirilah di sebelah sana,” ucap
Menutup Hari yang Panjang
Barang telah dikemas. Kaos basah sudah dilepas, kemudian direntang. Seonggok mega mendung berarak ringan di rendahan langit Papua Barat seakan tidak berdaya melindungi Raja Ampat dari ganasnya matahari. Kedua telapak kaki ini serasa sudah melepuh sedari tadi menapaki hamparan pasir
Surga Atas, Surga Bawah
Saya duduk diam di atas karang. Dari atas bebatuan, perairan Raja Ampat yang tembus pandang menghamparkan pemandangan indah di depan wajah. Seekor bintang laut berwarna biru elektrik menyala nampak bersandar di atas terumbu karang kecoklatan, diam tidak bergerak dari saputan
Di Dalam Laut Raja Ampat
Sebilas air garam masuk ke hidung. Perih. Saya masih berusaha beradaptasi dengan pandangan bawah air. Ayunan gelombang lembut dan air dengan salinitas pekat membuat pemandangan di hadap lensa kacamata menjadi meliuk-liuk aneh. Serba salah. Mau dilepas khawatir tidak sanggup melihat









